Pernahkah
anda melihat anak
dengan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, atau gangguang perilaku yang sering orang
sebut dengan autis? Atau anda juga pernah menemui anak dengan wajah yang hampir
mirip satu sama lainnya seperti ras mongoloid?
Jika anda pernah menemui semua itu
mereka adalah anak-anak difabel atau anak-anak berkebutuhan khusus. Siapakah mereka sebenarnya? Mari
kenali mereka lebih lanjut.
Difabel
atau anak berkebutuhan khusus adalah anak yang menyimpang
dari anak normal pada karakteristik mental, fisikal, atau social sehingga
memerlukan modifiaksi pelaksanaan layanan pendidikan luar biasa agar dapat
berkembang sesuai dengan kapasitasnya (Kirk, 1972). Maka
dari itu setiap tumbuh kembang anak-anak tersebut membutuhkan pelayanan dan
perlakuan khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Namun manusia pada
hakikatnya sama. Mereka juga mempunyai hak hidup yang sama dengan kita yang terlahir normal.
Seperti salah satunya dalam hal pendidikan.
Hakekat pendidikan pada dasarnya adalah
memanusiakan anak manusia. Seperti yang Ki
Hajar Dewantoro ungkapakan bahwa tujuan pendidikan adalah mendidik
anak agar menjadi manusia yang sempurna hidupnya, yaitu kehidupan dan
penghidupan manusia yang selaras dengan alamnya (kodratnya) dan masyarakat. Pendidikan dapat
memberikan dampak pada aspek kehidupan yang komplek. Mulai dari pengetahuan,
sikap, karakter, cara berpikir, bahkan gaya hidup manusia. Sama halnya dengan
anak berkebutuhan khusus, meskipun mereka menyandang kekurangan mereka tetap
berhak mendapatkan pendidikan sehingga dapat memperbaiki kehidupannya serta
membantu mereka melangsunngkan hidup seperti halnya kita pada umumnya.
Tuhan menciptakan semesta ini dengan
penuh keadilan dan berpasang-pasangan. Ada siang dan malam, ada baik dan buruk,
ada kekurangan dan kelebihan. Seperti halnya anak-anak berkebutuhan khusus yang
notabene mengalami kekurangan
namun dibalik kekurangannya terdapat kelebihannya yang tersembunyi. Melalui
pendidikan kelebihan yang tersembunyi itulah dapat ditemukan, dikembangkan,
diasah sehingga menjadikan individu yang luar biasa.
No comments:
Post a Comment