Tuesday, August 22, 2017

Sejarah Sekolah



Pernahkah anda melihat anak dengan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, atau gangguang perilaku yang sering orang sebut dengan autis? Atau anda juga pernah menemui anak dengan wajah yang hampir mirip satu sama lainnya seperti ras mongoloid?
Jika anda pernah menemui semua itu mereka adalah anak-anak difabel atau anak-anak berkebutuhan khusus. Siapakah mereka sebenarnya? Mari kenali mereka lebih lanjut.

Difabel atau anak berkebutuhan khusus adalah anak yang menyimpang dari anak normal pada karakteristik mental, fisikal, atau social sehingga memerlukan modifiaksi pelaksanaan layanan pendidikan luar biasa agar dapat berkembang sesuai dengan kapasitasnya (Kirk, 1972).  Maka dari itu setiap tumbuh kembang anak-anak tersebut membutuhkan pelayanan dan perlakuan khusus yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Namun manusia pada hakikatnya sama. Mereka juga mempunyai hak hidup yang sama dengan kita yang terlahir normal. Seperti salah satunya dalam hal pendidikan.

Hakekat pendidikan pada dasarnya adalah memanusiakan anak manusia. Seperti yang Ki Hajar Dewantoro ungkapakan bahwa tujuan pendidikan adalah mendidik anak agar menjadi manusia yang sempurna hidupnya, yaitu kehidupan dan penghidupan manusia yang selaras dengan alamnya (kodratnya) dan masyarakat. Pendidikan dapat memberikan dampak pada aspek kehidupan yang komplek. Mulai dari pengetahuan, sikap, karakter, cara berpikir, bahkan gaya hidup manusia. Sama halnya dengan anak berkebutuhan khusus, meskipun mereka menyandang kekurangan mereka tetap berhak mendapatkan pendidikan sehingga dapat memperbaiki kehidupannya serta membantu mereka melangsunngkan hidup seperti halnya kita pada umumnya.

Tuhan menciptakan semesta ini dengan penuh keadilan dan berpasang-pasangan. Ada siang dan malam, ada baik dan buruk, ada kekurangan dan kelebihan. Seperti halnya anak-anak berkebutuhan khusus yang notabene mengalami kekurangan namun dibalik kekurangannya terdapat kelebihannya yang tersembunyi. Melalui pendidikan kelebihan yang tersembunyi itulah dapat ditemukan, dikembangkan, diasah sehingga menjadikan individu yang luar biasa.

Salam luar biasa

No comments:

Post a Comment